Selasa, 25 Agustus 2015

Balada emak-emak mikirin negara ^_^

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS ramai diperbincangkan dimana-mana...hampir semua lapisan membicarakan ini. Ada yang mengaitkan dengan kinerja pemerintahan, ada yang mengaitkan sama strategi finansial dan ga banyak juga yang menjadikan isue seksi ini sbg ajang lucu-lucuan....biar ga stress kali ya...

Oke, tulisan kali ini hanya sekedar pandangan dari seorang ibu rumah tangga terhadap apa yang menimpa perekonomian negara kita khususnya dan perekonomian dunia akhir-akhir ini (ngomongnya ala-ala mba desi anwar :D)...yaah, walaupun urusan cuci piring, nyapu, nyuci, nyetrika, urusin anak dan memasak rasa-rasanya membuat saya ga sempat lagi mikirin yang berat-berat begini, sungguuuuh....

Tapi saya juga tidak bisa menutup mata dari apa yang telah terjadi, toh efeknya juga saya rasakan kok...tentang pelemahan rupiah bisa kita baca dari berbagai sumber, tanya aja mbah gugel :), salah satunya yang agak sistematis dibahas pada postingan ini: https://litterpress.wordpress.com/2015/08/25/memahami-pelemahan-rupiah-secara-benar/.

Kalau curhat sesama ibu-ibu "kekinian" seringnya saya menemukan kekhawatiran yang diakibatkan baca postingan di fb, baca bc di watsap atau bbm. Tapi kalau denger cerita ibu-ibu "keduluan" keluhannya lebih pada fakta riil di lapangan seperti harga-harga yang pada naik, ongkos angkot naik, semua pada naik, cuma ingus aja yang turun mulu *nyengir.

Hawa-hawa kekhawatiran dan kegelisahan mulai terasa di sekeliling saya. Setelah membaca beberapa sumber saya menyimpulkan bahwa memang ekonomi lagi sulit (kemanee ajeee guwee!!!). Yah...saya akui sempat bersikap skeptis dengan apa yang saya lihat dan apa yang saya baca....karena gregetan aja pada saling menyalahkan yang malah bikin suasana makin horroorrr...(apa perasaan saya saja?)

Yang jelas, saat ini yang bisa saya lakukan adalah sebatas apa yang bisa saya kendalikan, yoi doong. Mempelajari keadaan dengan baik, dan senantiasa memperbaiki diri dan keluarga menjadi lebih baik lagi...Jujur, sebagai seorang wanita naluri saya memang lebih kuat dibanding logika, tapi memang ada saatnya kita kesampingkan logika karena hidup ini...kadang-kadang tak ada logikaaaa!!!*song

Senang mendengar teman-teman yang masih optimis dengan usaha yang dijalankan, di saat para pengusaha besar menarik investasinya, di saat para orang kaya berlomba-lomba menukarkan dollarnya, memainkan sahamnya...menahan modalnya....di saat itu banyak juga teman-teman pejuang ekonomi kerakyatan yang bangkit dengan gagah perkasa menguatkan tekad meraih rizki yang berkaah insyaa Allah...

Akhir kata...bagi yang senasib dengan saya, seorang ibu rumah tangga biasa, sudah saatnya cerdas mengelola uang belanja dari suami (saya juga lagi belajar mengurangi belanja2 yang ga penting heheheh*), syukur-syukur yang punya keahlian bisa mengembangkan diri agar lebih optimal lagi, perbaiki lagi amalan harian kita (hikz..self reminder), dan persiapkan anak-anak menjadi generasi tangguh yang bisa memberikan warna untuk kebangkitan negeri yang kita cintai ini....amiiin....






5 komentar:

  1. lizaaa...emak-emak yg "kekinian" hayuuk semangaat teruus memperbaiki diri...btw, bakat manulis liza mah...uni jadi pengen juga...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduuh dibaca sama uni jd maluuu...iya un semangaaat nulis uuun...too much to tell uun hehe....

      Hapus
  2. Mantap2..mak2 kekinian... mak Aliza keren dech...bener bgt, lebih bijak jika kita bisa melihat peluang utk mengembangkan diri dan bener kt uni Elfi Khairina semangat utk memperbaiki diri..Semangat Emak2 kekinian... ^_*

    BalasHapus
  3. Mantap2..mak2 kekinian... mak Aliza keren dech...bener bgt, lebih bijak jika kita bisa melihat peluang utk mengembangkan diri dan bener kt uni Elfi Khairina semangat utk memperbaiki diri..Semangat Emak2 kekinian... ^_*

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasi dah baca dian :), dian salah satu ibu muda yang kreatif nih ;)

      Hapus