Jumat, 28 Agustus 2015

Sebuah Teori yang Menarik: Teori Tindakan Moral dan Tindakan Rasional

OH NOOOOOOOOO!!!!!!!!!
Baca judulnya aja udah pada keki kali ya, apa sih.....teori-teori gini lieuuur bacanya, bikin puyeng, ga menghibur ...eiiit...tunggu duluu....

Gaiiis, memang ini tulisan adalah oleh-oleh dari sepenggal kisah saya saat "terjebak" di bangku kuliah jurusan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD). Disiplin ilmu yang cukup berbeda dengan minat saya sebelumnya (manajemen agribisnis). Soo...jika ada yang mau koreksi dipersilahkan yaa....monggo.... 

Dari sekian banyak teori pembangunan yang saya pelajari selama kuliah di PWD, teori yang tertera pada judul di atas cukup menarik bagi saya. Saya tidak ingin membahas panjang lebar mengenai kedua teori tersebut, hanya mengulas sedikit saja ;)

Kedua teori tersebut lahir dari tokoh2 antropologi yang mempelajari kehidupan sosial ekonomi petani pada tahun 1973-1983 (mohon koreksi buat yang lebih faham :))
Intinya Tokoh-tokoh ini memiliki sudut pandang yang berbeda dalam melihat sikap petani dalam menjalankan kehidupan sosial ekonominya.
-----Teori tindakan moral yang disampaikan oleh Scott (1973) dan disempurnakan oleh James Scott (1983) menyimpulkan bahwa petani dalam menjalankan kehidupannya bertindak atas dasar dorongan moral, kehidupan yang saling membantu, mempertahankan keharmonisan dan keterikatan antar individunya-----
-----Sementara itu Samuel Popkin (1979) melihat bahwa apa yang dilakukan oleh petani dalam kehidupan sosial ekonominya bukanlah untuk kepentingan kolektif tapi karena rasionalitasnya untuk dapat bertahan hidup, bersifat sangat individualistis. Bahwa petani pun adalah sama dengan manusia lainnya bekerja untuk menghidupi dirinya. Jika ia seorang pemilik lahan ia memilih mempekerjakan tetangganya sebagai buruh bukan karena ingin menolong tetangganya itu tapi lebih pada alasan rasionalnya untuk mendapat sumberdaya murah dan hubungan patron klien----

Kenapa menarik bagi saya...karena setelah mempelajari teori ini, banyak hal yang akhirnya menjadi renungan buat saya.

Pertama...bahwa kedua teori tersebut lahir dari tokoh2 yang bisa saja berbeda latar belakangnya, perjalanan hidupnya, lingkungan ia dibesarkan, daaan banyak faktor-faktor lain......sehingga saat mereka melihat satu objek yang sama, cara pandang mereka jadi berbeda dalam penekanan akar permasalahannya (faktor subjektivitas).

Kedua,..di jaman sekarang yang serba bebas siapa aja bisa berpendapat, maka perbedaan cara pandang sudah tidak bisa terelakkan. Bahkan jika Scott  dan Popkin mengeluarkan teori ini melalui studi yang panjang baru bisa dipublikasikanj, pada zaman sekarang sangat mudah berpendapat dan mengeluarkan teori2 baru daaan bisa langsung dipublikasikaan. Hampir di seluruh lini kehidupan,  politik, ekonomi, bisnis, "parenting" (lagi hit), pendidikan, dll yang sangat mudah kita dapatkan. Akibatnya, jika tidak terus mencari pengetahuan (baca: kebenaran), kita jadi bingung membedakan mana yang baik (baca: benar) dan mana yang buruk (baca: salah). 

Ketiga...dalam keseharian kita, tak bisa dipungkiri bahwa antara rasionalitas dan moralitas sering menjadi pertimbangan yang kadang tanpa kita sadari berperang dalam diri kita, sebagaimana kasus petani di atas. Kita sering dihadapkan pada pilihan-pilihan yang menuntut kita harus memilih antara rasionalitas dan moralitas.

Akhirnya saya merasa sangat beruntung menjadi seorang muslim. Bahwa Allah menciptakan manusia sebagai makhluk paling sempurna diantara seluruh makhluk ciptaanNya karena manusia memiliki akal  (rasional) dan perasaan (moral) tidak hanya salah satunya...karena Allah yang Maha Mencipta sangat tahu bahwa manusia butuh keduanya. Dan Allah menjadikan keduanya bukan untuk saling bertentangan tapi saling melengkapi....

DihadiahkanNya alquran sebagai pedoman bagi manusia untuk bisa tau kapan saatnya bertindak rasional kapan saatnya moral dikedepankan....diturunkanNya seorang Rasul sebagai teladan dalam mengelola akal dan perasaan secara baik.

Salat, puasa, zakat, berhaji adalah bukti keseimbangan antara rasionalitas dan moralitas dalam islam...masyaa Allah...

- Just sharing -













Tidak ada komentar:

Posting Komentar