Sabtu, 19 September 2015

Sharing: Bagaimana Optimalkan Waktu dan Tetap Bahagia (Especilally for mommy2 rempong :D)


Asslammualikum mommy, bunda, ummi, ibu, mama, mandeh, bundo.....apapun dan bagaimana pun cara anak2 memanggil kita...kita tetaplah sama...perempuan yang melahirkan mereka dan atau membesarkan mereka....


Kali ini saya ingin mencoba berbagi pengalaman mengenai manajemen waktu. Selama kita masih berada di planet bumi ini, kita semua sama-sama dijatah 24 jam sehari. Yaa...24 jam sehari untuk semua orang tanpa terkecuali tak ada yang dilebihkan tak ada yang dikurangkan 1 detik pun. Tapiii yang pasti ada yang bisa melakukan banyak hal dalam 24 jam ini dan ada juga (mungkin lebih banyak) yang kehilangan banyak hal dan hanya mendapatkan dirinya telah jauh tertinggal. 

Saya yakin kita semua sudah sangat sering mendengarkan kata-kata " Waktu adalah uang", "Waktu adalah pedang" bahkan dalam alquran ada satu ayat yang khusus Allah turunkan tentang waktu (Al 'Asyr/ Demi Masa) dan Allah bersumpah demi waktu/masa bahwa merugilah orang-orang yang tidak memanfaatkan waktunya dengan baik...hikz...

Sebagai seorang ibu, mau ibu bekerja ataupun ibu yang tidak bekerja kita memang sering lebih "rempong" karena peran kita yang  "seabreg". Peran sebagai ibu, istri, peran sebagai anak, peran sosial sebagai tetangga dari tetangga kita, belum lagi peran-peran lain yang melekat karena pekerjaan atau organisasi yang kita jalani.

Alkisah wanita yang katanya berasal dari planet venus ini memang ternyata diberikan kemampuan multi tasking"...kemampuan mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. Jika para bapak sering meminta pengertian sang istri atas kesibukannya di kantor, wanita tanpa perlu meminta pengertian (karena  wanita pada umumnya sangat sulit mengungkapkan perasaan secara verbal) harus melakukan banyak hal...Tapi itulah jalan tol wanita yang Allah janjikan untuk memasuki surga dari pintu mana yang ia sukai...(lain kali saya mau nulis tentang ini ah heheehe)

Dan yang perlu kita ingat adalah tidak semua suami bisa kita rubah menjadi mengerti dengan kita...tapi untuk membuat diri kita menjadi lebih bermanfaat dengan mengoptimalkan waktu kita dan "enjoy" dengan apa yang menjadi peran kita itu adalah satu hal yang sangat mungkin kita lakukan, tanpa berharap penuh pada pengertian pak suami....(nah ini bisa jadi bahasan yang panjang :D)

Okee...berikut ini saya mencoba meramu beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengoptimalkan waktu dan menjadi "bahagia" terutama bagi para wanita luar biasa yang bernama ibu dan istri....

1. Buat Skala Prioritas
Lakukan yang Wajib sebelum yang sunat. Ibnu Thaimiyah berkata dalam kitabnya yaitu “Majmu al-Fatawa” bahwa “Tidak ada hak yang lebih wajib untuk ditunaikan seorang wanita—setelah hak Allah dan Rasul-Nya—daripada hak suami.”
Jadi dari "seabreg-abreg" aktivitas kita buatlah skala prioritas dan pisahkan mana kegiatan yang wajib kita lakukan setiap hari. Saya pernah membaca perumpamaan: "jika anda ingin memasukkan batu, kerikil, pasir, dan debu ke dalam sebuah wadah masukkanlah terlebih dahulu dari yang paling besar hingga ke partikel terkecil yaitu debu maka semuanya akan masuk sebaliknya jika anda mendahulukan debu, pasir, dan kerikil yakinlah batu tak akan muat lagi, begitulah kira2 :)

Oh ya...untuk urusan ibadah bahkan Allah hanya menyuruh seorang wanita melakukan shalat wajib, puasa di bulan ramadhan, dan menaati suami maka surgalah balasannya...jika ia mampu melakukan ibadah sunnah waah...itu udah nilai plus bagi seorang wanita...

2. Ukur kemampuan kita
Ada yang mampu melakukan semua urusan rumah tangga sendiri tanpa bantuan orang lain, ada juga yang tidak. Kita tentu tahu kemampuan diri kita dalam mengelola daerah kekuasaan kita (baca: rumah kita) seiring dengan berjalannya waktu...ukur kemampuan kita terutama kemampuan fisik, sumberdaya yang ada di rumah dan kemampuan finansial. Mengalihkan sebagian tugas rumah tangga kepada orang lain itu adalah pilihan, tergantung kemampuan kita tadi. atau mempermudah urusan rumah tangga dengan pembagian tugas semua anggota keluarga, atau membeli beberapa alat bantu yang dapat meringankan pekerjaan kita...intinya ukur kemampuan kita, bagi yang suka analisis SWOT bisa juga lo kita pake buat analisis kemampuan kita atau rumah tangga kita....

3. Jangan menunda pekerjaan
Memang kadang kita sering dilanda rasa malas yang membuat kita suka menunda-nunda kerjaan, serasa waktu luang banget hingga kita menjadi merasa sangat ingin menunda pekerjaan kita..untuk sekedar bersantai-santai...toh nanti juga bisa dikerjain...*pengalaman pribadi :D
ya saya juga sering mengalami ini dan yang jadi catatan saya adala: Biasanya seseorang akan dengan mudah menunda pekerjaannya karena luangnya waktu yang dia punya..." percayalah jika kita punya kesibukan yang teridentifikasi dengan baik (melakukan step 1 dengan baik) maka kita akan tau celah2 waktu kita yang harus kita isi...insyaallah kebiasaan menunda pekerjaan bisa sedikit demi sedikit terobati...

4. Enjoy your life
Dan yang terakhir yang paling penting adalah jangan terjebak dalam rutinitas yang membuat kita pada akhirnya mengeluh capek, bosan, suntuk, bad mood...salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah sisihkan sedikit waktu untuk menjalankan hobi dalam aktivitas harian kita, mungkin ada yang bilang me time...tapi bagi saya istilah me time sering menjebak kita para ibu rumah tangga tentang konsep me time yang berarti waktu sendiri tanpa ada gangguan dari anak atau suami....dan kadang malah bisa jadi rutinitas yang harus ada...padahal keadaan rumah tangga kita masing2 beda thoo....saya lebih cendrung pada konsep menyelipkan kebahagiaan yang kita rancang setiap harinya, seperti bersosialisasi dengan tetangga, mengunjungi teman/ kerabat, melakukan tugas rumah tangga dengan cara yang menyenangkan buat kita (kalau saya paling ga suka ngepel jadinya saya beli itu alat pel yang bisa dikeringin dengan cara yang menyenangkan hahahah), atau saya paling ga semangat masak kalau ga ada temen ngobrol jadilah saya suka telpon2 teman atau sodara yang juga saya tau lagi luang buat nemenin saya masak, hehehe (itu hape diselipkan ke balik jilbab atau pake handsfree...ssstt....untuk yang satu ini saya ga rekomendasi kalau ga ahli malah gosong itu masakannya :D

Yah intinya adalah yang penting setiap waktu yang sudah dijatah buat kita bisa kita pertanggungjawaban, cerdas mengukur kemampuan, dan enjoy it.....look so easy but too hard to do...hehehehe

Oke para moomy...udah kepanjangan nih...semoga kita semua menjadi lebih baik dari hari ke hari yaaa, tetap semangaaaaat dengan segala aktivitas yang insyaallah bernilai pahala...amiiiin

Ps: tulisan dibuat atas dasar pengalaman penulis dan berdasarkan beberapa referensi yang penulis baca dari berbagai sumber

Sabtu, 29 Agustus 2015

Cerita LDR: Karena Kalimat Tak Akan Bermakna Tanpa Ada Spasi *ngutip


Long Distance Relationship atau biasa disebut LDR bukan lagi hal yang aneh ya di jaman sekarang. Seperti sebuah iklan media sosial di televisi yang sangat mewakili beberapa potret pasangan suami istri yang menjalani LDR...sangat "touch" banget bagi yang pernah mengalami...

LDR adalah pilihan...pilihan yang diambil karena keterbatasan-keterbatasan yang tidak bisa kita kendalikan...Ada banyak pertimbangan yang diambil oleh pasangan ketika memutuskan untuk menjalani LDR. Dan yang pasti...LDR bukanlah keputusan yang mudah.

Berbagai alasan pasangan suami istri menjalani hubungan yang terpisah jarak. Alasan yang paling lazim adalah karena pekerjaan dan pendidikan. Ada banyak situasi yang tidak memungkinkan bagi sang suami membawa serta anak istrinya. Alasan-alasan yang mungkin sangat rumit hingga...LDR lah pilihannya...

Saya yakin, bagi mommy2 yang pernah melalui hubungan jarak jauh pasti merasakan rindu yang tertahan menyesak ke dada...saat deretan huruf di watsap, bbm ataupun line tidak lagi mampu mewakili apa yang dirasakan...saat hanya tangisan dalam diam yang bisa sedikit menenangkan....
Mommy2 para pejuang LDR pasti pernah mengalami saat2 hati yang gundah gulana tapi tetap berusaha mencipta seulas senyum di hadapan anak-anak, berupaya tetap ceria membersamai anak-anak walau hati berkecamuk menahan rindu pada suami...samaaa saya jugaaa #mewek

Luapan-luapan emosi yang bergerak naik turun di setiap detik penantian...adalah sesuatu yang wajar, masalah yang tercipta pun ga jauh-jauh dari seputaran: telpon yang ga diangkat, sms/bbm/wa ga dibales padahal udah di "read", jadwal pulang suami yang meleset dari rencana, jadwal cuti suami yang tak kunjung terealisasi *curhat deh...hehehheeh....Tapi sungguh ini adalah saat2 dimana Allah ingin mengajarkan banyak hal...

tentang syukur
tentang sabar
tentang ikhlas
tentang setia
tentang percaya
tentang......


betapa berartinya dia bagimu............


















Jumat, 28 Agustus 2015

Sebuah Teori yang Menarik: Teori Tindakan Moral dan Tindakan Rasional

OH NOOOOOOOOO!!!!!!!!!
Baca judulnya aja udah pada keki kali ya, apa sih.....teori-teori gini lieuuur bacanya, bikin puyeng, ga menghibur ...eiiit...tunggu duluu....

Gaiiis, memang ini tulisan adalah oleh-oleh dari sepenggal kisah saya saat "terjebak" di bangku kuliah jurusan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD). Disiplin ilmu yang cukup berbeda dengan minat saya sebelumnya (manajemen agribisnis). Soo...jika ada yang mau koreksi dipersilahkan yaa....monggo.... 

Dari sekian banyak teori pembangunan yang saya pelajari selama kuliah di PWD, teori yang tertera pada judul di atas cukup menarik bagi saya. Saya tidak ingin membahas panjang lebar mengenai kedua teori tersebut, hanya mengulas sedikit saja ;)

Kedua teori tersebut lahir dari tokoh2 antropologi yang mempelajari kehidupan sosial ekonomi petani pada tahun 1973-1983 (mohon koreksi buat yang lebih faham :))
Intinya Tokoh-tokoh ini memiliki sudut pandang yang berbeda dalam melihat sikap petani dalam menjalankan kehidupan sosial ekonominya.
-----Teori tindakan moral yang disampaikan oleh Scott (1973) dan disempurnakan oleh James Scott (1983) menyimpulkan bahwa petani dalam menjalankan kehidupannya bertindak atas dasar dorongan moral, kehidupan yang saling membantu, mempertahankan keharmonisan dan keterikatan antar individunya-----
-----Sementara itu Samuel Popkin (1979) melihat bahwa apa yang dilakukan oleh petani dalam kehidupan sosial ekonominya bukanlah untuk kepentingan kolektif tapi karena rasionalitasnya untuk dapat bertahan hidup, bersifat sangat individualistis. Bahwa petani pun adalah sama dengan manusia lainnya bekerja untuk menghidupi dirinya. Jika ia seorang pemilik lahan ia memilih mempekerjakan tetangganya sebagai buruh bukan karena ingin menolong tetangganya itu tapi lebih pada alasan rasionalnya untuk mendapat sumberdaya murah dan hubungan patron klien----

Kenapa menarik bagi saya...karena setelah mempelajari teori ini, banyak hal yang akhirnya menjadi renungan buat saya.

Pertama...bahwa kedua teori tersebut lahir dari tokoh2 yang bisa saja berbeda latar belakangnya, perjalanan hidupnya, lingkungan ia dibesarkan, daaan banyak faktor-faktor lain......sehingga saat mereka melihat satu objek yang sama, cara pandang mereka jadi berbeda dalam penekanan akar permasalahannya (faktor subjektivitas).

Kedua,..di jaman sekarang yang serba bebas siapa aja bisa berpendapat, maka perbedaan cara pandang sudah tidak bisa terelakkan. Bahkan jika Scott  dan Popkin mengeluarkan teori ini melalui studi yang panjang baru bisa dipublikasikanj, pada zaman sekarang sangat mudah berpendapat dan mengeluarkan teori2 baru daaan bisa langsung dipublikasikaan. Hampir di seluruh lini kehidupan,  politik, ekonomi, bisnis, "parenting" (lagi hit), pendidikan, dll yang sangat mudah kita dapatkan. Akibatnya, jika tidak terus mencari pengetahuan (baca: kebenaran), kita jadi bingung membedakan mana yang baik (baca: benar) dan mana yang buruk (baca: salah). 

Ketiga...dalam keseharian kita, tak bisa dipungkiri bahwa antara rasionalitas dan moralitas sering menjadi pertimbangan yang kadang tanpa kita sadari berperang dalam diri kita, sebagaimana kasus petani di atas. Kita sering dihadapkan pada pilihan-pilihan yang menuntut kita harus memilih antara rasionalitas dan moralitas.

Akhirnya saya merasa sangat beruntung menjadi seorang muslim. Bahwa Allah menciptakan manusia sebagai makhluk paling sempurna diantara seluruh makhluk ciptaanNya karena manusia memiliki akal  (rasional) dan perasaan (moral) tidak hanya salah satunya...karena Allah yang Maha Mencipta sangat tahu bahwa manusia butuh keduanya. Dan Allah menjadikan keduanya bukan untuk saling bertentangan tapi saling melengkapi....

DihadiahkanNya alquran sebagai pedoman bagi manusia untuk bisa tau kapan saatnya bertindak rasional kapan saatnya moral dikedepankan....diturunkanNya seorang Rasul sebagai teladan dalam mengelola akal dan perasaan secara baik.

Salat, puasa, zakat, berhaji adalah bukti keseimbangan antara rasionalitas dan moralitas dalam islam...masyaa Allah...

- Just sharing -













Selasa, 25 Agustus 2015

Balada emak-emak mikirin negara ^_^

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS ramai diperbincangkan dimana-mana...hampir semua lapisan membicarakan ini. Ada yang mengaitkan dengan kinerja pemerintahan, ada yang mengaitkan sama strategi finansial dan ga banyak juga yang menjadikan isue seksi ini sbg ajang lucu-lucuan....biar ga stress kali ya...

Oke, tulisan kali ini hanya sekedar pandangan dari seorang ibu rumah tangga terhadap apa yang menimpa perekonomian negara kita khususnya dan perekonomian dunia akhir-akhir ini (ngomongnya ala-ala mba desi anwar :D)...yaah, walaupun urusan cuci piring, nyapu, nyuci, nyetrika, urusin anak dan memasak rasa-rasanya membuat saya ga sempat lagi mikirin yang berat-berat begini, sungguuuuh....

Tapi saya juga tidak bisa menutup mata dari apa yang telah terjadi, toh efeknya juga saya rasakan kok...tentang pelemahan rupiah bisa kita baca dari berbagai sumber, tanya aja mbah gugel :), salah satunya yang agak sistematis dibahas pada postingan ini: https://litterpress.wordpress.com/2015/08/25/memahami-pelemahan-rupiah-secara-benar/.

Kalau curhat sesama ibu-ibu "kekinian" seringnya saya menemukan kekhawatiran yang diakibatkan baca postingan di fb, baca bc di watsap atau bbm. Tapi kalau denger cerita ibu-ibu "keduluan" keluhannya lebih pada fakta riil di lapangan seperti harga-harga yang pada naik, ongkos angkot naik, semua pada naik, cuma ingus aja yang turun mulu *nyengir.

Hawa-hawa kekhawatiran dan kegelisahan mulai terasa di sekeliling saya. Setelah membaca beberapa sumber saya menyimpulkan bahwa memang ekonomi lagi sulit (kemanee ajeee guwee!!!). Yah...saya akui sempat bersikap skeptis dengan apa yang saya lihat dan apa yang saya baca....karena gregetan aja pada saling menyalahkan yang malah bikin suasana makin horroorrr...(apa perasaan saya saja?)

Yang jelas, saat ini yang bisa saya lakukan adalah sebatas apa yang bisa saya kendalikan, yoi doong. Mempelajari keadaan dengan baik, dan senantiasa memperbaiki diri dan keluarga menjadi lebih baik lagi...Jujur, sebagai seorang wanita naluri saya memang lebih kuat dibanding logika, tapi memang ada saatnya kita kesampingkan logika karena hidup ini...kadang-kadang tak ada logikaaaa!!!*song

Senang mendengar teman-teman yang masih optimis dengan usaha yang dijalankan, di saat para pengusaha besar menarik investasinya, di saat para orang kaya berlomba-lomba menukarkan dollarnya, memainkan sahamnya...menahan modalnya....di saat itu banyak juga teman-teman pejuang ekonomi kerakyatan yang bangkit dengan gagah perkasa menguatkan tekad meraih rizki yang berkaah insyaa Allah...

Akhir kata...bagi yang senasib dengan saya, seorang ibu rumah tangga biasa, sudah saatnya cerdas mengelola uang belanja dari suami (saya juga lagi belajar mengurangi belanja2 yang ga penting heheheh*), syukur-syukur yang punya keahlian bisa mengembangkan diri agar lebih optimal lagi, perbaiki lagi amalan harian kita (hikz..self reminder), dan persiapkan anak-anak menjadi generasi tangguh yang bisa memberikan warna untuk kebangkitan negeri yang kita cintai ini....amiiin....






Senin, 11 Mei 2015

Saat si Kakak ga nafsu makan...."Sup Ayam Kampung"

"Kakak fathiya" beberapa minggu yang lalu tiba-tiba mengalami gatal yang hebat di hampir seluruh badannya. Malam itu kakak sudah mengeluh gatal-gatal kepada saya, tapi saya kira itu hanya karena biang keringat karena memang cuaca yang panas pada siang harinya. Tapiii...semakin malam fathiya semakin tidak tenang karena tidak bisa lagi menahan rasa gatal di seluruh tubuhnya...Malam itu saya hampir tidak tidur...semakin malam saya makin khawatir...karena tidak hanya gatal, suhu tubuh anak sulung saya ini makin tinggi. Berhubung hari sudah sangat larut yang bisa saya lakukan hanyalah memberinya air putih dan jelly gamat yang memang saya stok. 
Malam terasa sangat panjang...pukul 06.00 setelah saya minumkan lagi jelly gamat fathiya tiba-tiba muntah...paniiik juga apalagi memang saya pada dasarnya emang panikan...mau ditenang2in juga teteeeeep ajah PANIC...
Tapi ya dalam keadaan panik juga namanya seorang ibu pasti akan berusaha melakukan yang terbaik buat buah hatinya...
Singkat ceritaaa...setelah dibawa ke dokter ternyata fathiya mengalami "kaligata" yaitu semacam alergi karena udara yang menimbulkan gatal pada kulit...dibantu dengan beberapa obat herbal seperti extra food dan sari kurma alhamdulillah lama kelamaan kondisi fathiya membaik...
Namun...si kakak yang sangat doyan makan tiba-tiba melakukan aksi tutup mulut dan tidak mau makan....oh kakaak....sedih juga rasanya melihat si sulung yang biasanya lahap jadi ga mau makan...
Saya bingung juga mau masak apa...sama dokter disuruh jangan makan ikan atau telur dulu, trus apa dong....Akhirnya atas saran seorang kakak saya membeli ayam kampung di kedai langganan saya yang super oke banget...ayam kampung pilihan "ante emi" tempat langganan saya ini disemblih dengan sepenuh hati oleh "om emi" dengan basmallah dan menghadap kiblat...ini kesimpulan saya dan nyokap sih....makanya ayamnya pas dimasak jadi manis selain juga karena memang ayamnya masih dara bukan induk ayam jadi dagingnya ga alot deh....(mulai random)
Sup ayam kampung plus sayur mayur pun selesai dimasak...daaaan...my little princess makan dengan lahapnya sampai tulang-tulangnya (kak...jatah kucing kak qiqiqiqi...)
Alhamdulillah sangat membantu sekali memulihkan staminanya yang drop karena juga beberapa kali muntah...:p
Buat mommy2 yang super keren jika mengalami hal yang sama pada si buah hati jangan kayak saya ya yang panikan...kalau boleh ngasih tips sesuai pengalaman saya (note: bisa berbeda kasus, untuk aman minta diagnosa dokter):
1. Jaga asupan cairannya cukup...
2. kalau disertai demam kompres dengan air hangat, 
3. beri multivitamin/ extrafood/ sari kurma untuk pemulihan....
4. biasanya anak2 akan lemes dan bawaannya tidur, usahakan di sela2 tidurnya beri air putih dan extrafood/sari kurma/ sesuai kesukaan anak....bisa minta dari dokter juga untuk multivitamin.


mau share juga nih resep sup ayam kampung sesuai permintaan sahabat saya yang suka panikan kayak saya juga, hihihi...nyonyaah Nia Yamesa dan untuk sahabat saya "super mom" yang jarang banget panikan...nyonyah Vivi Machzeri Putri....dan untuk semua mommy2 luar biasa yang selalu belajar "be the better mom"....cekidooot !!!!

RESEP SUP AYAM KAMPUNG ALA SAYA

Bahan:
ayam kampung dara berat lebih kurang 1 kilo potong kecil2
wortel 2 buah ukurang besar potong2
labu siam 1 buah yang ijo tua lebih maniz dipotong2
brokoli: potong2 lalu rendam dengan air hangat campur garam biar ulat2nya keluar
bawang merah 4 siung kalo bawangnya besar
bawang putih 3 siung (agak dibanyakin gpp bagus buat pemulihan dan ilangin bau amiz)
daun bawang diiris
seledri secukupnya
garam secukupnya
merica bubuk secukupnya
daun jeruk dan daun salam masing2 2 lembar

Caranyaa: Gampang yah bikin sup gitu2 aja hihihhi
  1. Rebus ayam kampung dengan air secukupnya dan garam secukupnya plus 1 siung bawang putih digeprok+daun jeruk n salam (bukan selamat pagi ayam yaa :D)...setelah air rebusan mendidih kecilkan api rebus dengan api yang sangat kecil sekitar 1 jam biar dagingnya empuk n kaldu keluar;
  2. Masukkan sayur2an lalu rebus sekitar 5 menit dengan api sedang;
  3. Tumis bawang merah sampai kecoklatan, bawang putih, daun bawang dan seledri lalu masukkan ke dalam air rebusan.
  4. Matikan kompor...udah dilap2 ya dapurnya biar bersih lagi...:*

Selamat mencoba n semogah bermanfaat ya mommy2 hebaat n luar biasaaah







Kamis, 23 April 2015

Mimpi yang belum terwujud "sebuah cerita masa lalu"

Pengalamanlah yang kita dapatkan jika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan.
Experience is what you get when you didn’t get what you wanted.Randy Pausch

Kenapa pengalaman begitu berharga? kalau boleh saya berpendapat yaaaa#boleh dong ini blog saya :p
....karena kita langsung jadi pelaku atas suatu hal yang terjadi pada diri kita...yang menimpa diri kita ... sehingga menghasilkan sebuah akumulasi rasa-rasa yang luar biasa yang melahirkan suatu sikap atau karakter dalam diri kita # ngerti2 ajalah yaaa...

Tidak semua orang diberi kesempatan memperoleh pengalaman-pengalaman berharga dalam hidupnya. Ga banyak juga yang tidak bisa mengambil pelajaran dari pengalaman yang dia alami....makanya...pengalaman itu mahal....bagai mencari sebongkah emas dalam luasnya samudra kehidupaaan #eaaaaa...
Makanya kadang banyak yang suka bilang..."itu anak apa ga belajar dari pengalaman yaaa..."

Mungkin bisa banyak alasan bagi yang ga mau belajar dari pengalaman...yaa itu hak merekalah yaaa... pinter2nya ngeles itu mah heheheeh....

Pernah jaman nge gang di kampus duluuu (nama geng saya keren dong "tomodachi"), saya dan temen2 ceritanya mau berbisis...karena saking semangatnya, pas ada yang nawarin tempat buat jualan dengan harga murah kita langsung tergiur n bayar dp nyaa...
Padahal tempatnya itu terletak di lantai dua sebuah ruko dan susah banget buat aksesnya....yang kepikiran wkt itu mau bisnis urusan laris apa gaknya mah nanti2 ajaa...modal nekat deh...ujung2nya kita harus merelakan dp yang sudah kita bayarkan itu karena setelah ngajuin proposal kemana-mana para calon investor ga tertarik karena tempatnya ga strategis untuk jualan makanan :D...1 juta melayang...

Tapi dari pengalaman itu saya pribadi dapat pelajaran sangat berharga...terutama saat hendak memutuskan sesuatu...jangan tergesa-gesa n gampang tergiur...Saya rasa teman2 saya juga belajar banyak dari kejadian ituu...hehehe...

Memang tujuan kami saat itu untuk berbisnis sambil kuliah tidak tercapai...tapi dari sana kami mendapatkan banyak hal...kalaulah rencana gila itu tidak pernah kami lalui...mungkin kami tidak pernah mendapat kan nasihat berharga dari seorang calon investor pada wkt itu....bahwa bisnis itu butuh rencana dan kalian harus lebih realistis lagi....

Dari nasehat itulah kami mulai mencoba belajar lebih sistematis lagiii....saya sendiri waktu itu mencoba bikin kuisioner utk calon customer kami...ceritanya mau lihat minat pasar terhadap produk kami...waktu itu kami mencoba memasarkan puding aneka rasa...teman-teman saya yang kebagian produksi membagi-bagikan puding itu secara gratis pada mahasiswa yang lewat di koridor kampusss...dan hasil kuisionernya sangatlah memuaskan...apa karena gratisan kali ya itu para mahasiswa bikin gradenya paling atas semua hahahaah
#pengalaman lagi kalo yg gratisan itu biasanya emang enak...giliran kita kasih label harga gradenya bisa turun tuh hahaha

Truussss.... hari berganti hari bulan berganti bulan...bisnis pun ga jalan-jalann :D
Saya sibuk nulis skripsi dan sibuk menerima telp dari kampung karena disuruh lulus secepat mungkin...orang tua saya ternyata udah nyiapin calon buat saya #tutupmuka

Udah ah ceritanya jadi kemana-mana...intinya mah bisnis puding tomodachi sampai sekarang hanya tinggal cerita...memang kami belum berhasil mewujudkannya...tapi....lagi lagi

Pengalamanlah yang kita dapatkan jika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan.

Yaaa...kami sudah mendapatkan pengalaman yang sangat berharga....sebagai bekal bagi kami dalam menjalankan hari-hari kami sekarang dan nanti....
Soooo....."Pengalaman itu tak ternilai harganya" setuju dooong...

#mimpiyangbelumterwujud :D